Alfred Birney
Ikan Tanpa Salah
Novel
Galang Press
Yogyakarta 2004
Paperback xv, 277 hlm. 11 x 18 cm
Judul Asli: De onschuld van een vis
Alih bahasa: Widjajanti Dharmowijono
Kata Pengantar: Jakob Sumardjo
Desain: Sri Kuncara
ISBN 979-9341-89-2
Kehabisan persediaan

Edu, seorang guru sejarah, ditugasi ibunya untuk mengosongkan rumah milik ayahnya, pelatih ilmu bela diri yang tidak kembali dari perjalanan ke Indonesia, tanah kelahirannya. Ayah Indo ini, yang memihak Belanda waktu perjuangan kemerdekaan Indonesia, memperlakukan putra-putranya seperti para pemuda pejuang Indonesia yang duluh diinterogasinya. Tapi ia cinta ikan-ikan di akuariumnya. Meski Edu memasuki tempat yang asing baginya, setiap benda di rumah itu membangkitkan kenangan menyakitkan dalam dirinya.Ia terombang-ambing antara kebencian terhadap ayahnya dan kerinduan mengenal dia yang merusak masa kanak-kanaknya. Perasaan itu menimbulkan keinginannya untuk membuat kencan dengan wanita panggilan langganan ayahnya, yang termyata perempuan Indonesia. Bisakah dia mendekatkan Edu kepada sang ayah?

Novel ini menyejajarkan Birney dengan penulis transnasional lainnya seperti Salman Rushdie, yang menggambarkan India dari kediamannya di Inggris, atau Amy Tan, yang melukiskan Cina dengan warna Amerika. – Tempo magazine

Strong rhetoric and enigmatic symbolism make the novel an interesting read as the protagonist walks the thin line between hatred and love. – The Jakarta Post


Alfred Birney (lahir di Den Haag, 1951) adalah penulis Indo-Belanda yang dalam novel-novelnya menempatkan konflik antarbudaya di dalam keluarga, bukan dalam masyarakal seperti yang dilakukan rekan-rekannya. Novelnya yang pertama diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Lalu Ada Burung (Galang Press, 2002) mendapat sambulan sangal baik.

Semarang, oktober 2004